[Tanpa judul]‎ > ‎

STUDI BANDING KE NATIONAL ENGLISH CENTRE (NEC) DALAM RANGKA PENERAPAN “BILINGUAL CLASS” DI IPDN

diposting pada tanggal 19 Mei 2011 19.38 oleh Pengguna tidak dikenal   [ diperbarui21 Jun 2011 18.13 ]





Jakarta, 5 s.d. 7 Mei 2011

    Untuk menunjang terwujudnya IPDN sebagai world class university, Unit lab sebagai salah satu unit pendukung di IPDN untuk mencapai tujuan tersebut, melakukan studi banding ke National English Centre (NEC) di Jakarta untuk mengetahui sejauh mana program bilingual class dapat diterapkan di IPDN.

    World class university merupakan salah satu hal yang menjadi visi dari beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, PTN maupun PT swasta melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kriteria world class university. Kriteria tersebut diantaranya adalah 40% tenaga pendidik bergelar Ph.D, publikasi internasional 2 papers/staff/tahun, jumlah mahasiswa pasca 40% dari total populasi mahasiswa (student body), anggaran riset minimal US$ 1300/staff/tahun, jumlah mahasiswa asing lebih dari 20%, dan Information Communication Technology (ICT) 10 KB/mahasiswa. Salah satu jalan yang ditempuh  untuk menunjang tercapainya PT menjadi world class university adalah membuka kelas bilingual.

    Bilingual adalah sekolah/universitas yang menggunakan dua bahasa yaitu bahasa lokal (bahasa Indonesia) dan bahasa sasaran (bahasa Inggris) sebagai bahasa pengantar/instruksional dalam proses pembelajaran. Untuk mewujudkan kelas bilingual, sejak dini pendidik (pengajar, pelatih dan pengasuh)  harus meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Lembaga mendesain program peningkatan bahasa Inggris bagi praja, yang didukung oleh penyelenggaraan program bilingual, serta penerapan persyaratan khusus untuk pengajar dan praja di kelas bilingual. Tampaknya, diperlukan kerja ekstra keras semua stakeholder pendidikan jika program ini  ingin sukses. Selain pendidik dan praja berkemampuan bahasa Inggris dengan baik, hal ini juga memerlukan dukungan yang memadai dari pimpinan di IPDN.


Untuk dapat melaksanakan konsep kelas bilingual ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:
  1. substansi  mata  kuliah  harus  cocok  dengan  tingkat  perkembangan kognitif dan kemampuan bahasa Inggris praja,
  2. kampus IPDN  harus  dapat  menciptakan  lingkungan  belajar yang kondusif untuk mendorong pemakaian bahasa yang bermakna, baik tulisan maupun lisan,
  3. pembelajaran harus menekankan latihan pemecahan masalah dan praja didorong untuk bekerja sama melalui tema-tema yang menarik dan menantang.

    Dosen bilingual mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempersiapkan praja agar kelak dapat bersaing secara global dalam dunia kerja. Competitive advantage para lulusan antara lain sangat bergantung kepada proses pembelajaran selama pendidikan. Keuntungan kompetitif ini akan dapat dimiliki oleh praja jika dosen mata kuliah mempunyai pengetahuan dan keterampilan bahasa Inggris yang memadai, baik untuk memahami bahan kuliah, mengajarkannya, dan melakukan evaluasi. Dosen bilingual harus memiliki tingkat keterampilan dua bahasa yang cukup untuk bisa mengajar kelas bilingual.

Kegiatan Pengembangan Kelas Bilingual dapat dilakukan melalui:

  1. Matrikulasi bahasa Inggris selama dua minggu  pada awal Tahun Ajaran Baru bagi muda praja;
  2. Penerapan English Day diikuti oleh seluruh praja, pengajar, pelatih, dan pengasuh, serta sivitas akademika lainnya;
  3. English Contest yang diikuti oleh praja dan diselenggarakan  minimal satu tahun sekali;
  4. English Debate Contest yang diikuti oleh seluruh praja, dilaksanakan minimal satu tahun sekali;
  5. Mengikuti atau mengadakan  seminar berbahasa Inggris di IPDN bagi praja;
  6. Studi banding dosen-dosen  ke sekolah/universitas  bilingual  atau  bahkan mengikuti    English Science Contest  ke luar negeri yang diikuti oleh praja dan  dosen  pendamping;
  7. Penulisan bahasa Inggris untuk penamaan sarana prasarana  (ruangan kelas, kantor, dan lain-lain);
  8. English Course minimal 1 kali dalam seminggu untuk dosen bilingual dan praja.
Comments