[Tanpa judul]‎ > ‎

Rapat Persiapan Penerapan Program Bilingual Class di IPDN

diposkan pada tanggal 11 Okt 2011 00.30 oleh Pengguna tidak dikenal   [ diperbarui12 Okt 2011 23.56 ]



















Jatinangor, 11 Oktober 2011.

Pada hari Selasa tanggal 11 Oktober 2011 bertempat di Gedung Graha Wyata Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dilaksanakan Rapat persiapan penerapan program bilingual class di IPDN dengan nara sumber Rahmat Hidayat, Dipl.TEFL, SE, MBA, M.MPd.. Program bilingual class ini kerja sama antara IPDN dengan NEC (National English Centre).

Program ini diterapkan dalam rangka menuju world class university, sebagai tahap awal akan dibuka  6 kelas bilingual bagi praja IPDN (sesuai dengan jurusan-jurusan yang ada) pada tahun 2012. Kelas yang menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar/instruksional dalam proses perkuliahan ini dimulai pada bulan Januari 2011.

      Rapat persiapan program bilingual di IPDN yang dibuka oleh Wakil Rektor IPDN, Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS., ini menjelaskan bahwa untuk mewujudkan kelas bilingual, dosen IPDN harus sejak dini meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Oleh karena, dosen mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempersiapkan praja agar kelak dapat bersaing secara global dalam dunia kerja. Competitive advantage para lulusan IPDN antara lain sangat bergantung kepada proses pembelajaran selama pendidikan. “Keuntungan kompetitif ini akan dapat dimiliki oleh praja jika dosen mata kuliah mempunyai pengetahuan dan keterampilan bahasa Inggris yang memadai, baik untuk memahami bahan kuliah, mengajarkannya, dan melakukan evaluasi. Dosen bilingual harus memiliki tingkat keterampilan dua bahasa yang cukup untuk bisa mengajar kelas bilingual,”  lanjutnya.

             Saat ini, IPDN sedang mendesain program bilingual yang meliputi: proses seleksi bagi dosen dan praja, strive (terapi motivasi bagi praja), matrikulasi, dan implementasi program yang bekerja sama dengan National Bilingual Center (NBC). IPDN ke depannya akan mencetak pamong praja muda yang qualified, pemimpin lokal yang berwawasan internasional.
Comments